Hidup Ini Ibarat Sebuah Pelangi
Di hari minggu lalu, ketika aku sedang menikmati indahnya matahari pagi, iseng-iseng aku muter MP3 di hpku. Aku puter lagu Laskar Pelangi-nya Nidji. Lagu ini begitu menyentuh. Tapi aku lebih fokus kepada nama bandnya daripada ke lagunya. Nidji adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Jepang yang berarti … sebuah “pelangi” dalam bahasa Indonesia. Dan antara arti kata Nidji dengan lagu Laskar Pelangi tidak ada hubungannya sama sekali meskipun sama-sama ada unsur kata “pelangi”nya. Karena lagu Laskar Pelangi baru beredar akhir-akhir ini dalam soundtrack film Laskar Pelangi, sedangkan kata Nidji sendiri sudah lama dipakai sebagai nama band ini, Jadi ini hanya kebetulan saja sama-sama ada unsur “pelangi”nya. Hampir semua orang menyukai pelangi, karena pelangi bentuknya sangat indah, sangat jarang sekali muncul, dan kalau sudah muncul cuma sebentar. Dibutuhkan hujan dan panas matahari langsung untuk bisa memunculkan sebuah pelangi. Biasanya ketika matahari sudah bersinar, sedangkan gerimis hujan belum reda, maka saat itulah pelangi akan menampakkan keberadaannya. By the way, lama nih gak liat pelangi, padahal Aceh hampir tiap hari diguyur hujan. Jika melihat pelangi, hati ini rasanya sejuk dan damai.
Jika aku analogikan, ternyata hidup ini ibarat
sebuah pelangi. Penuh dengan warna-warni, ada suka, duka, jengkel,
bahagia, sterss, dll. Sama halnya dengan pelangi yang cuma hadir
sebentar, hidup kita ini pun tidak lama. Waktu terus berputar dan
berjalan mundur secara countdown tanpa ada henti. Sadarkah kita kalau
tiap detik yang berjalan mundur tersebut merupakan sebuah pengurangan
usia bagi kita? karena hidup ini cuma sekali dan sebentar, maka enjoy,
gunakan dan nikmatilah hidup ini dengan sebaik-baiknya, seperti disaat
kita menikmati sebuah pelangi. Santai dan mengalir aja, jika susah
janganlah terlalu merasa susah banget, karena biasanya kalau kita sudah
merasa susah banget, kita akan lupa untuk besyukur kepada-Nya. Jika
bahagia, janganlah terlalu bahagia banget, karena biasanya jika kita
terlalu bahagia kita akan lupa atas pemberian-Nya. Hiduplah seperti
sebuah pelangi, yang selalu memberi kesejukan dan kedamaian kepada kita
semua meskipun kehadirannya cuma sebentar.


0 komentar: